Merawat Plafon Gypsum

1. Rutin membersihkan plafon
Seiring berjalannya waktu, permukaan plafon akan mulai dilapisi oleh partikel-partikel debu. Meski tak begitu terlihat, tetapi tumpukan ini akan segera menghitam dan alhasil menjadi noda membandel di plafon.

2. Hindari paparan air
Untuk mencegah kerusakan akibat paparan air, sebaiknya kamu melakukan pengecekan sedari awal pemasangan dengan cara menyiram air dari atap. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah atap rumah terjadi kebocoran atau tidak.
Apalagi, papan gypsum tidak tahan dengan air. Bila sudah ada tetesan air, bisa-bisa plafon di rumah mudah berjamur dan berubah warna jadi kekuningan, yang tentu lama kelamaan bisa merusak plafon rumah.

3. Gunakan pelapis
Plafon gypsum sudah memiliki tampilan yang cantik meski tanpa sentuhan apapun. Warna putih bersih dan rapi tersebut, membuat plafon ini kerap menjadi favorit banyak orang.
Akan tetapi, alangkah baiknya menambahkan lapisan pelindung agar kondisinya tidak cepat rusak. Misalnya, dengan mengaplikasikan cat waterproof pada lapisan permukaannya.

4. Hindari benturan
Selain paparan air, plafon gypsum juga tidak tahan terhadap benturan keras. Maka dari itu, sebaiknya kamu melakukan pengecekan ulang, bila membeli plafon gypsum dengan harga yang murah.

5. Lakukan pengecekan berkala
Layaknya, plafon pada umumnya. Plafon gypsum juga tak luput dari serangan serangga maupun hewan, seperti tikus. Tak jarang, terkadang plafon bisa berlubang akibat beban berlebih dalam jangka panjang.
Jika kamu mulai melihat adanya indikasi lubang, maka segera perbaiki sebelum ukurannya semakin membesar. Kamu bisa mencoba menambal lubang yang masih berukuran kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *